BAHAN PAGUNEMAN AWAL TAHUN
MEMBANGUN KARAKTER KI SUNDA MELALUI
KONSEP ALAMCERDAS DAN KEARIFAN BUDAYA SUNDA
LSS-ITB, BANDUNG 11 JANUARI 2011
REVOLUSI HIJAU DARI TATAR
SUNDA
NGANGON KALAKAY JEUNG
TUTUNGGUL
( TANAMAN SEBAGAI PABRIK MIKRO
BIOMASSA)
oleh
Dr.Ir.Mubiar
Purwasasmita
Ketua Dewan
Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda
Dosen Fakultas
Teknologi Industri ITB Program Studi Teknik Kimia
Kelompok
Keahlian Perancangan dan Pengembangan Proses Teknik Kimia
Jalan Ganesha No. 10 Bandung 40132
Abstrak
Hipotesa
keilmuan yang melandaskan diri pada
keterbatasan sumberdaya alam karena pertambahan penduduk ternyata tidak benar
dan mengingkari keyakinan kehadiran Kasihsayang
dan Kemahadilan Allah Yang Maha Kuasa.
Keberlanjutan kehidupan manusia justru
memerlukan pertambahan kehidupan lain yaitu tanaman dan binatang,
sehingga hipotesa keilmuan yang seharusnya diterapkan adalah memelihara dan menjamin
terjadinya keseimbangan antara pertambahan penduduk dengan pertambahan tanaman
dan binatang. Pertambahan kehidupan memerlukan ruang hidup untuk tumbuh, begerak, menyimpan
pasokan air dan udara sebagai sumber kehidupan. Dengan demikian dapat
diidentifikasi adanya dua siklus utama yang berinteraksi kuat dalam suatu ekosistem yaitu siklus ruang dan
siklus kehidupan, yang seharusnya menjadi sasaran semua upaya keilmuan. Rujukan
hipotesa baru ini akan mencetuskan berbagai kegiatan ramah lingkungan dan ramah
kehidupan, seperti pertanian, perindustrian, perekonomian, dan pengembangan
wilayah yang ramah lingkunga, yang dapat
ditunjukkan dengan senantiasa terjadi
peningkatan produksi biomassa.
Penerapan
hipotesa baru keilmuan pada olahlahan membuka inovasi penggunaan kompos sebagai generator siklus ruang dan mikroorganisme
lokal (MOL) sebagai pemicu terjadinya siklus kehidupan, dan bangunan keterkaitan alami, hayati dan insani secara
utuh sehingga mampu membuka paradigma
baru penyuburan bumi untuk mewujudkan kesejahteraan penduduknya, khususnya bagi
para petani, yang diawali dengan menghadirkan upaya alami meningkatkan jumlah
dan kualitas produksi biomassa.
Kata Kunci
:
Koreksi Hipotesa Keilmuan, Siklus Ruang, Siklus Kehidupan, Infrastruktur Alam, Infrastruktur
Buatan, Siklus Udara, Siklus Air, Siklus
Biomassa, Ekosistem Bioreaktor-Tanaman, Kompos,
Mikroorganisme lokal (MOL), Intensifikasi Proses (PI), Production on demand (POD),
1. Koreksi Hipotesa Keilmuan
2. Konsep Alam Cerdas Indonesia
3. Peran Hutan dan Semak Belukar sebagai
Infrastruktur Alam
4.
Keterkaitan
Ekosistem Multiskala
5. Rancangan Penerapan
6. Menerapkan Tani Ramah Lingkungan di
Rumah, Kota dan Desa
7. Peningkatan Produksi Biomassa
8. Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar